Perjuangan Seorang Wanita Indonesia untuk Kesejahteraan Keluarga


Sebelum bergabung bersama Shakti Microfinance, Ibu Dede warga Desa Pangalengan Bandung adalah seorang penjual abon keliling. Ia mengambil abon yang sudah siap jual dan menjualkannya ke pasar-pasar dan warung-warung dimana ia biasa menitipkannya. Perjalanan yang ditempuh selama tiga jam menuju lokasi menggunakan bus dan angkutan perdesaan tidak mematahkan semangatnya. “Dari rumah jam enam pagi, sampai di pasar jam sembilan lalu naik angkutan perdesaan lagi, terus jalan keliling lagi jualin abon. Dulu jualannya setiap hari sampai sore.” ujarnya mengenang masa lalu dengan pemasukan Rp. 100,000 – Rp 150,000 per hari.

Saat ditanya apa yang membuatnya semangat dalam menjalani hidup sehari-harinya, ia menjawab dengan mata yang berkaca-kaca, “Ibu,” ujarnya pendek. Ibu Dede memaparkan bahwa Ibu dan anaknya-lah yang menjadi pemicu semangat untuk tetap berjuang dalam menghadapi hidup. “Kalau bukan saya yang menafkahi Ibu saya, siapa lagi.” tambahnya.

Perubahan drastis dalam hidupnya dirasakan setelah mendapatkan pinjaman modal dari Shakti Microfinance. Uang pinjaman digunakan oleh Ibu 42 tahun ini untuk membuka usahanya sendiri yaitu warung kecil yang menjual makanan ringan, kopi, dan seblak. “Penghasilan meningkat jadi Rp. 250,000 – Rp. 300,000 per hari.” ujarnya dengan senyum merekah. Ia juga tidak lagi harus berjualan abon setiap harinya karena usaha warung kecil ini semakin hari semakin berkembang. “Jualan abon cuman hari Minggu saja dan tidak sampai sore juga jualannya.” ujarnya.

Ibu Dede menutup cerita sukesnya dengan ucapan terima kasih kepada Shakti Microfinance. “Dengan adanya Shakti, saya bisa buka usaha sendiri, dari hasil usaha ini saya bisa menunjang hidup Ibu saya dan saudara-saudara saya. Terima kasih banyak atas bantuanya.”