Usaha Sulam Kerudung Yang Menghasilkan Rumah Baru


Ibu Ida Farida, warga Desa Saluyuh, Bandung sudah menekuni usaha sulam kerudung selama tiga tahun. Ibu tiga anak ini memilih bergab ung dengan Shakti karena tidak ada jaminan pada saat mengajukan pinjaman. “Sebelumnya saya pinjam modal dari bank-bank besar. Kalau di bank harus ada jaminannya, di Shakti tidak ada jaminan sama sekali.”. Kemudahan ini juga yang menjadi api semangat bagi Ibu Ida untuk terus mengembangkan usahanya.

Pinjaman sebesar Rp2,000,000 menjadi modal untuk membeli kerudung beserta pernak pernik sulam yang nantinya akan dibuat sesuai dengan permintaan pembeli, system ini pun ia terapkan agar perputaran modal lancar. Dengan tetap senyum mengembang, Ibu Ida mengenang saat-saat awal menjalankan usahanya yang sempat dibayar dengan berasoleh beberapa pembeli, “Dulu yang beli tetangga saja, bayarnya pakai beras. Lalu saya jual juga ke pasar-pasar hanya 2 kodi/bulan karena tidak ada modal.”, lanjutnya sambil terkekeh.

Peningkatan drastic dalam usahanya dirasakan setelah menjadi nasabah Shakti Microfinance, “Sekarang udah bisa jual 5 kodi/bulan di pasar, satu kodi dijual Rp 800,000.”, ujarnya bangga. Suaminya yang beprofesi sebagai buruh dan montir membantu dalam proses pengerjaan kerudung bordir di sela-selawaku bekerja. Dengan kerjasama yang solid antara suami-istri ini, kerudung sulam yang dihasilkan sudah merambah sampai ke pasar Padalarang dan Jakarta.

Ibu Ida menambahkan kemampuannya menyulam diasah melalui kursus jahit yang ditekuninya di Pasar Baru, Jakarta bersama sang suami, saat ini Ibu Ida sangat berterima kasih kepada Shakti karena ia dan keluarga bisa membangun tempat tinggal yang layak daripada sebelumnya. “Alhamdulillah sekarang saya sudah bisa bangun rumah permanen dan sekarang sudah ada listriknya.”, tutupnya dengan senyum yang merekah